Natural Moisturizing Factor (NMF)

Natural Moisturizing Factor(NMF) adalah komponen penting yang membentuk keratinosit(sel kulit) pada kulit lapisan paling atas. Seperti namanya, NMF adalah komponen di kulit kita yang menjaga hidrasi atau kelembaban kulit. NMF terdiri dari banyak komponen seperti pyrrolidone carboxylic acid (PCA), urea, amino acid, lactic acid, peptide, dan lain-lain.

Vitamin C

Vitamin C disebut juga asam askorbat, yang merupakan bentuk reduksi dari vitamin C. Vitamin C memiliki rantai hidrogen yang menjadikannya asam lemah, serupa dengan alpha hydroxy acids yang digunakan dalam dermatologi.

Sodium PCA

Sodium PCA (Sodium Pyrrolidone Carbocylate Acid) adalah bentuk garam dari pyrrolidone carboxylic acid, yang disebut juga sebagai pyroglutamic acid. Ia secara alami merupakan asam amino (proline) yang ditemukan pada protein dari siklus lactam asam glutamate dan turunan dari filaggrin yang dapat mengisi air sampai ke stratum corneum. Sodium PCA secara alami berfungsi sebagai humectant dan menjadi salah satu bahan untuk menghidrasi dan memperbaiki kondisi kulit.

Silicone

Silikon sendiri berasal dari senyawa silicon (Si) yang merupakan senyawa terbanyak kedua di bumi, setelah oksigen (O). Senyawa silicon tersebut biasanya diolah dari bahan-bahan mineral, termasuk pasir dan kuarsa (quartz). Silicon dalam jumlah kecil juga dapat ditemukan secara alami di beberapa tumbuhan.

Beta Hydroxy Acid / Salicylic Acid

Beta Hydroxy Acid adalah suatu tipe eksfoliasi yang larut dalam minyak (oil) dan dapat melepas ikatan kulit mati sampai jauh lebih ke dalam pori-pori, selain itu BHA juga memiliki efek keratolitik, anti bakterial dan anti inflamasi, maka dari itu cocok untuk kalian dengan tipe kulit oily-acne prone skin.

Retinoid

Retinoid adalah derivat Vitamin A, sama seperti tretinoin, retinol, adapalene, dan tazarotene. Retinoid seringkali digunakan sebagai anti-aging dan anti-acne. Retinoid dapat dikonversi menjadi beberapa bentuk lain, semakin banyak proses konversi yang terjadi, kekuatan retinoid pun semakin bertambah.

Peptides

Peptide atau peptida adalah senyawa kimia yang terdiri atas asam amino rantai pendek. Beberapa peptide berada secara natural dalam tubuh manusia dan memiliki peranan biologis terutama sebagai molekul signaling/regulasi dalam berbagai proses fisiologis termasuk pertahanan, imunitas, stres, pertumbuhan, homeostasis, dan reproduksi. 

Paraben

Paraben merupakan zat pengawet yang digunakan dalam produk kosmetik, pembersih kulit, produk perawatan, obat-obatan, makanan, hingga produk-produk lainnya. Pada bagian kosmetik dan perawatan diri (personal care) hal ini dapat ditemukan tidak hanya pada produk make-up dan skin-care, tapi juga pada sabun, sampo, deodoran, pelembab, pewangi, dsb.

Panthenol

Panthenol merupakan analog alkohol dari asam pantotenat dan merupakan provitamin dari B5. Panthenol memiliki bentuk fisik bubuk kristal antara gabungan dari D (active) dan  L (inactive). Panthenol digunakan secara topikal  untuk menyembuhkan luka, memar, “scars”, tekanan dan penyakit kulit, kulit terbakar, sayatan pasca operasi, dan penyakit kulit lainnya

Niacinamide

Niacinamide adalah turunan dari vitamin B3 yang mudah larut di air. Ia memiliki berperan dalam banyak reaksi kulit dan banyak fungsi. Ia dihasilkan alami dari tubuh dan dapat diperoleh dari makanan (daging ayam/sapi/ikan, telur, susu, ragi dan gandum utuh) 

Lactic Acid

Lactic acid atau asam laktat adalah alpha hydroxy acid ringan yang berasal dari susu. Lactic acid memiliki molekul yang relatif besar apabila dibandingkan dengan tipe alpha hydroxy acid lainnya sehingga baik digunakan untuk kulit yang sensitif karena efeknya yang lebih gentle atau ringan.

Hyaluronic Acid

Hyaluronic acid (HA) atau asam hialuronat adalah glikosaminoglikan, bahan yang sangat populer dalam perawatan kulit dan makeup yang dapat ditemukan secara alami dalam tubuh. Ia adalah komponen utama jaringan ikat di kulit HA dapat ditemukan di epidermis dan dermis yang lebih dalam dan menjadi penyokong sel kulit.